(source : http://clodibabyland.com/wp-content/uploads/2013/02/Babyland-Bamboo-6.jpg)
Ah!
Sebenarnya ini benda lama. Jauh sebelum saya hamil anak keempat malah (btw, my
Azka anak kelima, lho). Tapi ya, masih banyak ibu-ibu yang katanya kekinian
belum tau tentang ini.
Clodi,
singkatan dari Clothes Diaper. Secara awam dimaknai popok yang dapat dicuci ulang.
Bukan seperti lampin umumnya yang hanya sekali pakai. Clodi terbuat dari bahan
kain yang lembut di bagian dalam. Serta bahan waterproof di bagian luar. Pada
beberapa merk yang ada, motif yang ditawarkan sangat menggoda. Ada yang girly
banget. Ada yang cool banget buat anak lanang.
Saya
kenal clodi dari adik saya. Ia membelikan anaknya clodi dengan berbagai merk.
Lucu-lucu sih memang. Waktu itu, saya tanya harganya, I almost drop my jaw! Mihil!
Kata saya. Tapi dalam hati aja. Hahaha. Untungnya waktu itu, anak-anak udah
pada gede. Dan tidak butuh clodi.
Tapi
akhirnya, waktu membawa saya pada sebuah kondisi, dimana saya dipercaya untuk
menggendong bayi lagi. Awesome!
Nah,
di sini saya mulai melirik clodi.
Sebagai
Cah Biologi yang cakupan keilmuannya seputar lingkungan hidup (eak), saya
merasa resah dengan pertambahan sampah terutama sampah popok sekali pakai.
Buanyak.
Di
sisi kesehatan, ternyata banyak juga popok sekali banyak yang menggunakan
material hasil daur ulang yang pada prosesnya bersentuhan dengan bahan kimia. Ngeri
kalau buat bayi.
Awalnya,
saya cek ricek harga. Membandingkan satu toko ke toko yang lain. Secara online
tentunya. Sampai saya terdampar pada market
place terpercaya. Di situ saya cari clodi yang termurah dengan merk yang
jadi inceran saya. Hehehe. Beberapa kali sampai puas dapet harga murah bingit.
Bener
sih, sekali beli agak ngerogoh kantong lumayan dalam. Tapi setelah
dihitung-hitung, ternyata jauh lebih murah. Ini yang penting. Hahaha.
Hitung
yuk. Siapin kalkulator yah. Kita hitung dulu popok sekali pakai.
Misalkan
satu popok harganya Rp 2.000. Dalam satu hari misalnya pakai empat buah. Maka,
satu hari Rp 8.000. Untuk pemakaian 30hari berarti Rp 240.000. Setahun? Berapa
tuh? Kalkulator! Hehehe. Okeh! Rp 2.880.000. Lumayan yak.
Nah
sekarang coba kita hitung harga clodinya.
Misalkan
satu clodi harganya Rp 60.000. Beli 5 jadi Rp 300.000. Bisa dipakai tahunan.
Bahkan bisa ‘diwariskan’ kalau punya adik. Tinggal beli insertnya kurang lebih
Rp 10.000-an atau bagian luarnya sekitar Rp 30.000-an.
Kalau
hobi ‘mentelengi’ hape pasti dapet
deh olshop yang jual secara grosir. Makin banyak, makin murah, cuy. Ternyata,
mahal atau murah itu relatif ya.
Ah,
tapi kan kalau beli clodi mesti sekaligus uangnya. Kalau popok sekali pakai kan
bisa cicil cicil.
Nah.
Kembali lagi tentang permasalahan sampah. Clodi tidak meninggalkan jejak
sampah. Jadi secara otomatis mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Kecuali
Anda adalah orang yang biasa aja dengan masalah sampah ini.
Satu
lagi. Pernah enggak sih, lihat pemulung atau tukang sampah yang ‘menderita’
karena melihat pempes yang berisi
‘sesuatu’ itu? Kasihan kan?
Bagaimana
dengan alergi? Kalau ini sih tergantung bayinya ya. My Azka lumayan sensitif
kalau pakai popok sekali pakai. Jadi pakai clodi ini dia nyaman (kayaknya ^_^).
Karena tidak ada tanda ruam popok setelah penggunaan.
Kekurangan
clodi apa? Ya mesti nyuci. Habis ee’ atau pipis ya dicuci. Namanya juga ‘cuci
ulang’. Terus lagi kalau pas musim hujan, mesti nyetok clodi yang agak banyak.
But don’t worry. Clodi tu cepat kering loh. Insertnya yang agak lama. Jadi
insert ini kalau bisa ya agak banyak lah. Apa lagi? Kalau lagi bepergian yang
relatif lama diperjalanan. Karena clodi cenderung bocor setelah lama digunakan.
Yah namanya juga kain. Bukan gel seperti di dalam pempes.
Saya
pun sesekali pakai popok sekali pakai. Itu pun nyari yang lagi diskon. Hehehe
(pelit banget sih ni orang). Tapi ya untuk kondisi darurat aja. Contohnya nih,
di daerah saya lagi musim hujan. Lama kering deh. Yah sudahlah.
Untuk
merk, saya suka pakai Babyland (enggak ngiklan yak, hiihiihi) innernya lembut
banget, motifnya keren, ukurannya bisa disesuaikan terutama untuk anak yang body-nya ndut. Insertnya kadang saya
pakai tanpa cover, langsung pakai celana aja. Eh tapi ini trik ini hanya untuk
bayi belum jalan yah. Hehehe.
Akhirnya,
baik popok sekali pakai maupun popok cuci ulang, pastikan pemakaiannya tidak
lebih dari empat jam. Ganti kalau sudah penuh ya, Mom. (ngirit juga ada
batasnya...hehe)
Oke,
semoga bisa jadi bahan referensi buat para Mahmud a.k.a Mamah Muda. Kalau
bunda-bunda suka merk apa? Jawab dikomentar yes.
~salam
dari Azka
Eits,
marketplace-nya apa? Saya fall in
love sama Shopee.
Cekricek clodi klik di sini
