Wow..what kind of smell is this?
Ini aroma bulan bahasa!
Lomba-lomba kepenulisan bertaburan .. seperti meises pada sebuah donat!
Menggiurkan..
Apanya? Hadiahnya?
Huuss! Jangan ngomongin hadiah dulu.
Menulis adalah tentang kedisiplinan. Utamanya adalah mendisiplinkan diri yang selalu berkata 'aku pingin jadi penulis', tapi gak pernah eksekusi edi..eh..ide ---(ya ampyun, lawakan Srimulat banget).
Dengan lomba, kita bisa belajar disiplin dan belajar untuk ... untuk apa lagi ya ... untuk itulah, ngerasain manis-pahitnya kalah-menang dalam event lomba.
Juga untuk mendisiplinkan menulis, terutama yang udah punya blog, biar blognya gak dijadiin sarang semut dan laba-laba. (nyindir gue?)
Well, jenis lomba tu banyak pren,
1. Ada yang kirim via email
2. Ada yang kirim via blog
3. Via submit ke manaa gitu
4. Bahkan ada yang cuma kirim via kolom komen di status pagenya pengelola/PJ lomba (gampang banget kan?)
Kalo yang poin 1, emang udah biasa (ciee...)
Poin 4 nih, yang lucu... -udahlah gak usah dibahas,
Nah, jujur nih, poin 2 dan 3 ane belom pernah ikutan. Bingung soalnya. (Halah, bilang aja gaptek! -iye, gue gaptek, puas?)
So, ini dia yang mau dibahas ...
Lomba kali ini merupakan kerja sama antara Indonesia Book Club (NulisBuku.com, ZettaMedia.id dan Storial.co) dan PT. Telkom Indonesia.
Well, tau dong novel-novel klasik yang melegenda itu? Ha? Engga? Then, this is your time to read it!
Dulu ye, jaman SMP, ane banyak menghabiskan waktu di perpustakaan umum kota Medan.
--Wih, udah jago, dong ya!
Nah, itu masalahnya. Memori jangka panjang (dan jangka pendek) ane bermasalah. Banyak yang lupa Sis!
Makanya kompetisi ini jangan sampai dilewatkan begitu saja. Biarkan jarimu menari mengikuti irama inspirasi dari sanubari!
Lengkapnya silakan klik di sini lah ya,
Beberapa novel klasik udah ane list, dan tertarik dengan salah satunya.
Perkara menang kalah itu nomor sekian..
Demikian postingan ini, semoga membantu teman-teman.
-Liya-
Senin, 12 September 2016
Minggu, 07 Agustus 2016
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA CIPTA CERPEN ISLAMPOS 2016
alhamdulillah
bisa interaksi lagi sama si blog yang udah berdebu dan berlaba-laba
sementara aku bebersih dan beberes blog ini,
silakan klik untuk :
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA CIPTA CERPEN ISLAMPOS 2016
okeh, kamu gak salah baca
namaku ada di situ...
yeeey
bisa interaksi lagi sama si blog yang udah berdebu dan berlaba-laba
sementara aku bebersih dan beberes blog ini,
silakan klik untuk :
PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA CIPTA CERPEN ISLAMPOS 2016
okeh, kamu gak salah baca
namaku ada di situ...
yeeey
Minggu, 19 Juni 2016
SAYEMBARA PENULISAN CERITA ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL 2016
Alhamdulillah
Ramadan sudah terhitung dua digit. Allah masih memberikan kesehatan dan
kesempatan untuk menikmati manisnya bulan penuh berkah ini. Semoga Allah Ta’ala
senantiasa mencurahkan karunia dan kasih sayang-Nya kepada kita semua.
Ada kabar gembira bagi para guru lembaga PAUD serta guru SD/MI yang memiliki bakat di dunia kepenulisan.
SAYEMBARA PENULISAN CERITA ANAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL yang
diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Eksplorasi kemampuan menulis teman-teman dengan mengikuti sayembara ini.
Info lebih lanjut silakan klik di sini
***bukan tentang kalah menang, tapi tentang menyebarkan kebaikan***
***menulis untuk kebaikan***
^^Liya^^
***menulis untuk kebaikan***
^^Liya^^
Minggu, 05 Juni 2016
BAB 1
Bab 1
I’M A FRESH GRADUATE
Memilih menjadi guru adalah sebuah hasrat. Karena dunia pendidikan berhiaskan guru yang penuh keterpaksaan adalah sebuah kerugian dan kemunduran. Profesi guru bukanlah profesi alternatif terakhir daripada tidak bekerja sama sekali. Ianya adalah kerja mulia yang penuh kerja keras sekaligus kerja cerdas. Gurulah yang menentukan baik buruknya sebuah negara. Dan profesi ini juga dapat mengantarkan pelakunya kelak akan mendapat siraman-siraman kebaikan ketika tiada. Investasi kehidupan abadi yang paling menarik. Menjadi seorang guru tak boleh setengah-setengah. Mesti sepenuh jiwa. Seluruh hati.
Rasanya baru kemarin lulus SMA dan menikmati masa-masa jadi mahasiswa. Tiba-tiba berdiri dan foto memakai toga wisuda. Tali yang ada di topi sudah pindah dari kiri ke kanan. Mungkin maksudnya adalah ‘Selamat tinggal dunia otak kiri, selamat datang dunia otak kanan’. Karena sepanjang menempuh pendidikan, kita lebih cenderung menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Ketika lulus, kita masuk ke masyarakat dan alam nyata yang menuntut kerja nyata, yang didominasi kreatifitas otak kanan. Maka dimulailah petualangan yang sebenarnya.
A. Saya Sudah Lama Mengajar
Beberapa orang memiliki potensi dan semangat yang luar biasa dalam dunia pendidikan sehingga ketika lulus SMA langsung bergabung dengan sebuah institusi pendidikan (biasanya PAUD). Seiring berjalannya waktu, semakin mantap untuk memilih menjadi seorang guru dan kuliah pada jurusan pendidikan.
Ketika lulus kuliah, guru semacam ini sudah penuh dengan pengalaman. Ditambah lagi seluruh teori yang didapat semasa kuliah. Jika diaplikasikan dengan baik, guru semacam ini kelak akan menjadi guru ‘betulan’.
Ia sudah mempunyai pengalaman dalam hal pengembangan metode pembelajaran, komunikasi dengan siswa, membuat penelitian kelas, dan sebagainya yang berhubungan dengan action di kelas.
Namun, kekurangannya adalah dikhawatirkan terjadi miskonsepsi ketika mengajar karena guru ini belum menguasai konsep secara menyeluruh. Miskonsepsi mungkin terlihat sepele tapi efeknya sangat besar.
Contohnya adalah seorang tamatan SMA yang magang mengajar IPA untuk tingkat SMP. Ia menyebut “Anak-anak, ikan lumba-lumba itu melahirkan, lho…” well, lumba-lumba bukanlah golongan ikan melainkan mamalia. Jadi penyebutannya ‘lumba-lumba’ saja. Hal ini tampak remeh, namun sangat berpengaruh.
B. Saya Baru Cari Kerja
Seseorang yang bergelar Sarjana Pendidikan sedang asyik membuat beberapa surat lamaran pekerjaan untuk beberapa sekolah sekaligus. Ia tampak ragu karena ia merasa pengalamannya sangat sedikit. Adakah sekolah yang mau menerimanya?
Kebalikan dari guru yang sudah lebih dulu mengajar, guru jenis ini akan tampak kurang percaya diri di depan kelas. Mudah gugup dan kurang bisa menguasai kelas karena belum berpengalaman. Tetapi, bagi guru yang senantiasa belajar, hal ini bukanlah halangan karena seiring berjalannya waktu, pengalaman akan bertambah dengan sendirinya.
Namun tentu saja ia harus mencari sekolah yang mau muridnya diajar oleh seorang fresh graduate. Kalau sudah dapat sekolah yang demikian, gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Tunjukkan pada pengelola bahwa I’m a fresh graduate and I’m a pro.
Kelebihan dari guru semacam ini adalah konsep yang ia peroleh dari bangku kuliah sudah menyeluruh, berkesinambungan, dan terpadu. Dengan gelarnya, mereka sudah dikatakan guru profesional. Mereka hanya butuh satu kesempatan.
Apapun itu, seorang guru tidak lepas dari berbagai beban tanggung jawab yang tidak ringan. Ditambah lagi, kurikulum yang senantiasa berubah. Mungkin hal inilah yang membuat banyak orang berpikir dua kali untuk menjadi guru. Apalagi, negeri kita krisis guru yang benar-benar tulus mengajar.
Nah, sebelum berlanjut ke bab selanjutnya, ambil alat tulis. Tulis lima kelebihan dan kekurangan Anda sebagai seorang fresh graduate di bawah ini :
Kelebihanku :
1. _____________________
2. _____________________
3. _____________________
4. _____________________
5. _____________________
Kekuranganku :
1. _____________________
2. _____________________
3. _____________________
4. _____________________
5. _____________________
'I’m a fresh graduate and I’m a pro'
=================================
ke KMO
ke Bu Ernawati Lilys
Edisi belum revisi
I’M A FRESH GRADUATE
Memilih menjadi guru adalah sebuah hasrat. Karena dunia pendidikan berhiaskan guru yang penuh keterpaksaan adalah sebuah kerugian dan kemunduran. Profesi guru bukanlah profesi alternatif terakhir daripada tidak bekerja sama sekali. Ianya adalah kerja mulia yang penuh kerja keras sekaligus kerja cerdas. Gurulah yang menentukan baik buruknya sebuah negara. Dan profesi ini juga dapat mengantarkan pelakunya kelak akan mendapat siraman-siraman kebaikan ketika tiada. Investasi kehidupan abadi yang paling menarik. Menjadi seorang guru tak boleh setengah-setengah. Mesti sepenuh jiwa. Seluruh hati.
Rasanya baru kemarin lulus SMA dan menikmati masa-masa jadi mahasiswa. Tiba-tiba berdiri dan foto memakai toga wisuda. Tali yang ada di topi sudah pindah dari kiri ke kanan. Mungkin maksudnya adalah ‘Selamat tinggal dunia otak kiri, selamat datang dunia otak kanan’. Karena sepanjang menempuh pendidikan, kita lebih cenderung menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Ketika lulus, kita masuk ke masyarakat dan alam nyata yang menuntut kerja nyata, yang didominasi kreatifitas otak kanan. Maka dimulailah petualangan yang sebenarnya.
A. Saya Sudah Lama Mengajar
Beberapa orang memiliki potensi dan semangat yang luar biasa dalam dunia pendidikan sehingga ketika lulus SMA langsung bergabung dengan sebuah institusi pendidikan (biasanya PAUD). Seiring berjalannya waktu, semakin mantap untuk memilih menjadi seorang guru dan kuliah pada jurusan pendidikan.
Ketika lulus kuliah, guru semacam ini sudah penuh dengan pengalaman. Ditambah lagi seluruh teori yang didapat semasa kuliah. Jika diaplikasikan dengan baik, guru semacam ini kelak akan menjadi guru ‘betulan’.
Ia sudah mempunyai pengalaman dalam hal pengembangan metode pembelajaran, komunikasi dengan siswa, membuat penelitian kelas, dan sebagainya yang berhubungan dengan action di kelas.
Namun, kekurangannya adalah dikhawatirkan terjadi miskonsepsi ketika mengajar karena guru ini belum menguasai konsep secara menyeluruh. Miskonsepsi mungkin terlihat sepele tapi efeknya sangat besar.
Contohnya adalah seorang tamatan SMA yang magang mengajar IPA untuk tingkat SMP. Ia menyebut “Anak-anak, ikan lumba-lumba itu melahirkan, lho…” well, lumba-lumba bukanlah golongan ikan melainkan mamalia. Jadi penyebutannya ‘lumba-lumba’ saja. Hal ini tampak remeh, namun sangat berpengaruh.
B. Saya Baru Cari Kerja
Seseorang yang bergelar Sarjana Pendidikan sedang asyik membuat beberapa surat lamaran pekerjaan untuk beberapa sekolah sekaligus. Ia tampak ragu karena ia merasa pengalamannya sangat sedikit. Adakah sekolah yang mau menerimanya?
Kebalikan dari guru yang sudah lebih dulu mengajar, guru jenis ini akan tampak kurang percaya diri di depan kelas. Mudah gugup dan kurang bisa menguasai kelas karena belum berpengalaman. Tetapi, bagi guru yang senantiasa belajar, hal ini bukanlah halangan karena seiring berjalannya waktu, pengalaman akan bertambah dengan sendirinya.
Namun tentu saja ia harus mencari sekolah yang mau muridnya diajar oleh seorang fresh graduate. Kalau sudah dapat sekolah yang demikian, gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Tunjukkan pada pengelola bahwa I’m a fresh graduate and I’m a pro.
Kelebihan dari guru semacam ini adalah konsep yang ia peroleh dari bangku kuliah sudah menyeluruh, berkesinambungan, dan terpadu. Dengan gelarnya, mereka sudah dikatakan guru profesional. Mereka hanya butuh satu kesempatan.
Apapun itu, seorang guru tidak lepas dari berbagai beban tanggung jawab yang tidak ringan. Ditambah lagi, kurikulum yang senantiasa berubah. Mungkin hal inilah yang membuat banyak orang berpikir dua kali untuk menjadi guru. Apalagi, negeri kita krisis guru yang benar-benar tulus mengajar.
Nah, sebelum berlanjut ke bab selanjutnya, ambil alat tulis. Tulis lima kelebihan dan kekurangan Anda sebagai seorang fresh graduate di bawah ini :
Kelebihanku :
1. _____________________
2. _____________________
3. _____________________
4. _____________________
5. _____________________
Kekuranganku :
1. _____________________
2. _____________________
3. _____________________
4. _____________________
5. _____________________
'I’m a fresh graduate and I’m a pro'
=================================
ke KMO
ke Bu Ernawati Lilys
Edisi belum revisi
Kamis, 02 Juni 2016
Tentang Mind Mapping dan Outline
*nyeruput teh ala tuan
tanah di London abad pertengahan*
:::::_Masih tentang
KMO_:::::
Pertemuan pada Senin,
30 Mei 2016 lalu menjadi semacam saringan kelapa raksasa yang memisahkan antara
ampas dan santan. Antara yang serius dan yang kurang serius #eh.
Pematerinya adalah Bu
Kepsek Rina. Materinya lebih (kalau kata aku sih) berat, karena kami ditugaskan
untuk memilih dua dari sepuluh ide dan dikembangkan menjadi tema.
Pada kelabakan deh
para peserta. Baru ngeuh kalau tugas duanya masih ada yang salah. No problem. Yang
penting usaha. Belajar dari kesalahan itu efektif, lho. Kita jadi tahu mana
yang benar dan mana yang salah. Berikut juga tahapan mengembangkan ide untuk
ranah nonfiksi ini.
Tahapan mengembangkan
ide untuk menulis buku adalah sebagai berikut (by : Bu Rina) :
- · Cari tema
- · Membuat mind mapping
- · Buat kerangka tulisan/outline
- · Cari referensi sesuai tema
- · Mulailah menulis
- · Self editing
- · Tentukan judul yang unik
Berikut contoh kerangka
tulisan/outline
Outline Buku :
FunTeacher
No.
|
Bab
|
Uraian
|
1.
|
I’m Fresh Graduate
|
·
Saya sudah
lama mengajar
-
Kelebihan
-
Kekurangan
·
Saya baru
cari kerja
-
Kelebihan
-
Kekurangan
|
2.
|
Mulai Dari Mana?
|
·
Memilih sekolah
·
Tingkatkan
pengetahuan tentang kurikulum
·
Baca lagi
buku zaman kuliah
|
3.
|
Belajar Apa Lagi?
|
·
Perkaya metode
mengajar yang fun
·
Mengatur
waktu di dalam kelas
·
Keep calm
and stay on the track
·
Komunikasi
-
Dengan murid
-
Dengan rekan
kerja
·
Sabar
·
Ikhlas
|
4.
|
Attention Please!
|
·
Gaya
penyampaian
-
Sesuaikan
dengan usia anak
·
Supel
-
Cari tahu
karakter anak
·
Don’t be
angry!
-
Stop cengeng
-
Perbanyak
senyum
-
Tegas beda
dengan galak
·
Fashion
-
Sopan
dan rapi
-
Jangan saltum
-
Sesuaikan
dengan tingkat pendidikan anak
|
5.
|
Anak Zaman Sekarang
|
·
Generasi
tunduk
-
Dampak besar
gadget terhadap perilaku belajar anak
-
Gadget terlibat
dalam proses belajar anak
·
Latar
Belakang keluarga
-
Keluarga
harmonis vs keluarga borken
·
Teman di
sekitarnya
-
Minyak wangi
vs tukang besi
·
Kecerdasan
multiple
-
Semua istimewa!
|
6.
|
Junior Senior
|
·
Hormati
·
Teladani
·
Minta pendapat
|
7.
|
I’m Ready!
|
·
Guru adalah
pembelajar
-
Perkaya diri
dengan ilmu dan wawasan
-
(katanya
wajib) Bisa English dan komputer
·
Guru adalah
sahabat
-
Tumbuhkan
semangat belajar mereka
-
Apresiasi
keberhasilan mereka
·
Jadilah guru
yang asik
|
Outline Buku :
Kesehatan Sistem Reproduksi bagi Remaja
No.
|
Bab
|
Uraian
|
1.
|
Kenali Alat Reproduksimu, Yuk!
|
·
Alat
reproduksi laki-laki
-
Istilah yang
bikin kepo
·
Alat
reproduksi perempuan
-
Menstruasi
-
Kehamilan
|
2.
|
Problematika dan Solusi
|
·
Tanda kelamin
primer
-
Laki-laki
-
Perempuan
·
Masturbasi
-
Dampak
-
How to
stop it?
·
Aborsi
-
Tidak kata
lain selain mengerikan
·
Penyakit
sistem reproduksi
-
Macam-macam
penyakit menular seksual
|
3.
|
Sexual Abused
|
·
Pengertian
·
Jika aku
korban
·
Mungkin juga
aku pelaku
·
What should
I do?
|
4.
|
Islam Mengatur
|
·
Apa itu ‘Baligh’?
·
Tentang masturbasi
-
Hadits yang
berkaitan
·
Tentang zina
-
Ayat dan
hadits yang berkaitan
·
Tentang liwath
-
Ayat dan
hadits yang berkaitan
·
Remaja soleh/soleha
-
Hadits yang
berkaitan
-
Fikih praktis
|
Semoga diberi kesempatan supaya bisa jadi buku.
Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)


