~It’s movie time!~
Syukurlah, akhirnya kita ngomongin hal yang tidak bikin
baper.
Aku suka banget nonton. Tapi hanya beberapa film aja yang
kutonton di bioskop.
Why? Menurutku, tidak semua film yang diekspos ke bioskop
adalah film-film bernas.
Jadi memang mesti memilih dengan bijak. Itu dari sisi
kualitas film. Sisi lain adalah jenis filmnya.
Kalau film yang penuh efek
animasi biasanya aku akan nonton di bioskop kalau bisa pake 3D. Supaya efeknya
itu terasa sampe ke ujung kaki. Hehe…
Dan aku adalah penikmat segala jenis film. Tapi,… tetap
memilih. Korea? Oke! Tapi korea yang tidak melulu mengusung cinta si kaya dan
si miskin (lalu para pencinta film Korea protes dengan alasan semua film Korea
itu bagus). Oh! Come on! Aku kurang mahir membedakan si anu dan si inu
(maksudnya para aktornya dan aku gak pernah hapal nama mereka, sumpah!)
Thailand juga asik dengan humornya yang seger banget. Prancis,
Jerman, Jepang, ayok mari kita embat.
Aku udah kayak komentator film belom sih? (keliatan sotoy
iya!)
Dari semua film yang pernah kutonton, ada beberapa yang
berhasil menorehkan semacam kesan dalam jiwa –apa ini?-
Cek tiga film pilihanku ini ya, guys! Siapa tahu bisa jadi referensi malam minggu bagi para jomblo
*eh.
The Boy in the Striped Pajamas
Ini film berhasil mengoyak-koyak insting keibuan aku. Sumpah
aku nangis bombay plus histeris nonton ini. Suasana kengerian Holocaust-nya
terasa banget. Film ini, berapa kali pun ditonton, tetap aja aku nangis.
Dan luar biasanya, film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya John Boyne. Bener-bener bisa belajar banyak dari film ini.
Film ini dibintangi Asa Butterflied waktu masih kecil. Sekarang
dia udah gede –dan ganteng.
Kita diajak untuk menilik sisi lain dari Holocaust yang
menyeramkan itu. Walaupun endingnya bisa ketebak, tapi alurnya bikin kita
anteng aja duduk nontonnya.
Apakah aku terdengar spoiler? Semoga tidak ya. Film ini
rekomendit banget buat yang suka film nuansa menegangkan gitu. Sip? Next!
Spirited Away
Kartun Jepang satu ini sama sekali bukan kartun biasa. Di awal
aja bisa bikin penonton jantungan dan lupa napas! Ternyata memang kartun ini
adalah kartun sarat prestasi. Percaya ga? Film ini meraih Penghargaan Oscar
tahun 2002 pada kategori Film Animasi Terbaik sekaligus menjadi anime pertama
yang dapatin penghargaan itu. Keren kan!
Tokoh-tokoh imajinernya terasa real banget dan mereka bukan cuma tokoh tempelan. Karena semua
tokoh memiliki peran penting pada jalan cerita.
Awalnya, aku ditawarin temen. Karena kartun aku emoh. Eh, pas ditonton, alamak! Gak mau
berhenti sampe habis! Hehe…
Film ini juga sarat akan pesan moral kehidupan. Bahwa kita
harus sayang orangtua, pantang menyerah, bekerja dengan semangat yang terbaik,
tidak takut tantangan, tidak mengambil hak orang lain, wah banyak deh!
Coba ditonton ya!
Clue : jangan liat sinopsis di Wikipedia, serius, spoiler
banget!
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Waktu film ini mau rilis, aku seneng banget. Jelek-jelek
gini aku penikmat karya sastra jaman doeloe. Novel itu udah khatam kubaca waktu
SMP.
Yang istimewa sebenarnya bukan filmnya sih, tapi cerita yang
mengiringi hidupku dan masku. *eaak
Ceritanya, aku dan suami menikah tidak seperti orang
kebanyakan yang memilih untuk mengenal satu sama lain dalam jangka waktu
beberapa tahun (baca : pacaran). Jadi aku sama sekali tidak tahu apa
kegemarannya, pokoknya blank!
Sampai pada suatu hari di tahun ke delapan pernikahan kami,
aku mengajak masku untuk nonton film ini di bioskop. Elahdalah, kok dia hapal
banget jalan ceritanya. Dan di situlah aku tahu, bahwa si ganteng ini ternyata
penikmat sastra lama juga. Aduhai! Delapan tahun nikah baru tahu. Kemana aja? Hihihi…
Syukurnya, kemudian, ada seorang temen yang punya file film
ini. Singkat kata, nontonlah kami di laptop. Dan kami nangis bareng, padahal
baru adegan awal. Gak kuat Hayati, Bang!
Baru ini lihat lelaki nonton film sambil nangis. Anugrah banget
dapetin masku ini :)
Okeh! Masih banyak sih film-film yang gak kalah bagus. Well,
permintaan mimin cuma tiga aja.
Thanks for reading!
-Liya-
#KampusFiksi
#10DaysKF
#Day5



Tidak ada komentar:
Posting Komentar