Minggu, 22 Januari 2017

Lima : Saatnya Duduk Manis Sambil Makan POpcorn




 ~It’s movie time!~

Syukurlah, akhirnya kita ngomongin hal yang tidak bikin baper.
Aku suka banget nonton. Tapi hanya beberapa film aja yang kutonton di bioskop. 
Why? Menurutku, tidak semua film yang diekspos ke bioskop adalah film-film bernas. 
Jadi memang mesti memilih dengan bijak. Itu dari sisi kualitas film. Sisi lain adalah jenis filmnya. 
Kalau film yang penuh efek animasi biasanya aku akan nonton di bioskop kalau bisa pake 3D. Supaya efeknya itu terasa sampe ke ujung kaki. Hehe…

Dan aku adalah penikmat segala jenis film. Tapi,… tetap memilih. Korea? Oke! Tapi korea yang tidak melulu mengusung cinta si kaya dan si miskin (lalu para pencinta film Korea protes dengan alasan semua film Korea itu bagus). Oh! Come on! Aku kurang mahir membedakan si anu dan si inu (maksudnya para aktornya dan aku gak pernah hapal nama mereka, sumpah!)
Thailand juga asik dengan humornya yang seger banget. Prancis, Jerman, Jepang, ayok mari kita embat.

Aku udah kayak komentator film belom sih? (keliatan sotoy iya!)

Dari semua film yang pernah kutonton, ada beberapa yang berhasil menorehkan semacam kesan dalam jiwa –apa ini?-
Cek tiga film pilihanku ini ya, guys! Siapa tahu bisa jadi referensi malam minggu bagi para jomblo *eh.
 




The Boy in the Striped Pajamas
Ini film berhasil mengoyak-koyak insting keibuan aku. Sumpah aku nangis bombay plus histeris nonton ini. Suasana kengerian Holocaust-nya terasa banget. Film ini, berapa kali pun ditonton, tetap aja aku nangis.
Dan luar biasanya, film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya John Boyne. Bener-bener bisa belajar banyak dari film ini.
Film ini dibintangi Asa Butterflied waktu masih kecil. Sekarang dia udah gede –dan ganteng.
Kita diajak untuk menilik sisi lain dari Holocaust yang menyeramkan itu. Walaupun endingnya bisa ketebak, tapi alurnya bikin kita anteng aja duduk nontonnya.
Apakah aku terdengar spoiler? Semoga tidak ya. Film ini rekomendit banget buat yang suka film nuansa menegangkan gitu. Sip? Next!



Spirited Away
Kartun Jepang satu ini sama sekali bukan kartun biasa. Di awal aja bisa bikin penonton jantungan dan lupa napas! Ternyata memang kartun ini adalah kartun sarat prestasi. Percaya ga? Film ini meraih Penghargaan Oscar tahun 2002 pada kategori Film Animasi Terbaik sekaligus menjadi anime pertama yang dapatin penghargaan itu. Keren kan!
Tokoh-tokoh imajinernya terasa real banget dan mereka bukan cuma tokoh tempelan. Karena semua tokoh memiliki peran penting pada jalan cerita.
Awalnya, aku ditawarin temen. Karena kartun aku emoh. Eh, pas ditonton, alamak! Gak mau berhenti sampe habis! Hehe…
Film ini juga sarat akan pesan moral kehidupan. Bahwa kita harus sayang orangtua, pantang menyerah, bekerja dengan semangat yang terbaik, tidak takut tantangan, tidak mengambil hak orang lain, wah banyak deh!
Coba ditonton ya!
Clue : jangan liat sinopsis di Wikipedia, serius, spoiler banget!



Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Waktu film ini mau rilis, aku seneng banget. Jelek-jelek gini aku penikmat karya sastra jaman doeloe. Novel itu udah khatam kubaca waktu SMP.
Yang istimewa sebenarnya bukan filmnya sih, tapi cerita yang mengiringi hidupku dan masku. *eaak
Ceritanya, aku dan suami menikah tidak seperti orang kebanyakan yang memilih untuk mengenal satu sama lain dalam jangka waktu beberapa tahun (baca : pacaran). Jadi aku sama sekali tidak tahu apa kegemarannya, pokoknya blank!
Sampai pada suatu hari di tahun ke delapan pernikahan kami, aku mengajak masku untuk nonton film ini di bioskop. Elahdalah, kok dia hapal banget jalan ceritanya. Dan di situlah aku tahu, bahwa si ganteng ini ternyata penikmat sastra lama juga. Aduhai! Delapan tahun nikah baru tahu. Kemana aja? Hihihi…
Syukurnya, kemudian, ada seorang temen yang punya file film ini. Singkat kata, nontonlah kami di laptop. Dan kami nangis bareng, padahal baru adegan awal. Gak kuat Hayati, Bang!
Baru ini lihat lelaki nonton film sambil nangis. Anugrah banget dapetin masku ini :)

Okeh! Masih banyak sih film-film yang gak kalah bagus. Well, permintaan mimin cuma tiga aja.
Thanks for reading!
-Liya-

#KampusFiksi
#10DaysKF
#Day5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar