Jumat, 20 Januari 2017

Satu : Ketika Aku Ditanya tentang Kekasih Idaman



Adalah Dia, ...

Masa SMA itu masa paling romantis dalam hidup, ya kan? 
Masa kita ngerasa lagi cantik-cantiknya, masa lagi tinggi ge-ernya, masa gak lepas pegang buku juga sih (belajar wooi…belajar...hehehe). 
Masa SMA aku kala itu, dilalui dengan lumayan tidak terlalu terkenal. Intinya kurang terkenal juga, sih.
Tidak seperti teman-teman lain yang (kayaknya) gampang banget dapet pacar, aku jarang banget punya kenalan cowok (selain temen-temen di kelas). 
Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi temen satu geng yang juga para jomblowati. Mungkin para lelaki itu memandang kami sebagai sekumpulan orang aneh yang hobinya ngomongin resep kue dan desain interior (hahaha…).

Namun, syukur alhamdulillah, kami enggak ngebet-ngebet banget untuk berusaha mencari Sang Arjuna.
Ada sukur, gak ada ya gak apa-apa. 
Walau begitu, selintas terbersit juga sih, jenis laki-laki macam apa yang bisa diajak nge-date. Nah, masa itu, aku punya tipe khusus. Begini ceritanya :

Tahun 2002, rilis sebuah lagu romantis. Judulnya If You’re Not The One yang dinyanyikan oleh Daniel Bedingfield. Ini sebagian liriknya* : (tidak menerima objekan terjemah)

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life


Romantis, kan? Nah, kala itu, aku sampe bilang, kalau ada cowok yang nyanyikan lagu ini buat aku, bakalan ada di nomor urut pertama kandidat calon suami. 
Beuh! Anak SMA ngomongin suami! 
Abisnya, liriknya bikin lumer hati banget. Pastinya laki-laki yang mau menyanyikan ini adalah laki-laki yang romantis. 
Kala itu, sungguh, aku gak ada gambaran bahwa rumah tangga itu butuh hal lain, gak cuma nyanyi lagu romantis!
Sampai pada akhirnya, tidak ada satu pun laki-laki yang menyanyikan lagu ini buat aku (muka serius). 
Tapi, ada satu laki-laki yang memberikan aku sesuatu yang lebih baik dari lagu itu.
Memangnya apa yang telah diberikannya?
Sederet bacaan Quran pada rakaat pertama salat Subuh, yang bikin aku meneteskan air mata sangking merdu suaranya, sempurna tajwid dan makharijul hurufnya.
Momen itu, tidak pernah aku lupakan. Foto laki-laki itu tertempel tepat di sebelah fotoku pada dua buah buku nikah.

Laki-laki baik dengan ilmu agama yang baik lebih dari cukup buatku untuk membawaku berhijrah ke arah yang lebih baik.

Intinya adalah, apapun tipe kekasih idaman kamu, akan kalah dengan seseorang yang baik agama dan akhlaknya.

With Love,
Liya

*lirik nyomot di sini

 #KampusFiksi
#10DaysKF
#Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar