Adalah Dia, ...
Masa SMA itu masa paling romantis dalam hidup, ya kan?
Masa kita
ngerasa lagi cantik-cantiknya, masa lagi tinggi ge-ernya, masa gak lepas pegang
buku juga sih (belajar wooi…belajar...hehehe).
Masa SMA aku kala itu, dilalui
dengan lumayan tidak terlalu terkenal. Intinya kurang terkenal juga, sih.
Tidak seperti teman-teman lain yang (kayaknya) gampang
banget dapet pacar, aku jarang banget punya kenalan cowok (selain temen-temen
di kelas).
Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi temen satu geng yang juga
para jomblowati. Mungkin para lelaki itu memandang kami sebagai sekumpulan
orang aneh yang hobinya ngomongin resep kue dan desain interior (hahaha…).
Namun, syukur alhamdulillah, kami enggak ngebet-ngebet
banget untuk berusaha mencari Sang Arjuna.
Ada sukur, gak ada ya gak apa-apa.
Walau
begitu, selintas terbersit juga sih, jenis laki-laki macam apa yang bisa diajak
nge-date. Nah, masa itu, aku punya
tipe khusus. Begini ceritanya :
Tahun 2002, rilis sebuah lagu romantis. Judulnya If You’re Not The One yang dinyanyikan
oleh Daniel Bedingfield. Ini sebagian liriknya* : (tidak menerima objekan terjemah)
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
Romantis, kan? Nah, kala itu, aku sampe bilang, kalau ada cowok
yang nyanyikan lagu ini buat aku, bakalan ada di nomor urut pertama kandidat
calon suami.
Beuh! Anak SMA ngomongin suami!
Abisnya, liriknya bikin lumer hati
banget. Pastinya laki-laki yang mau menyanyikan ini adalah laki-laki
yang romantis.
Kala itu, sungguh, aku gak ada gambaran bahwa rumah tangga itu
butuh hal lain, gak cuma nyanyi lagu romantis!
Sampai pada akhirnya, tidak ada satu pun laki-laki yang
menyanyikan lagu ini buat aku (muka serius).
Tapi, ada satu laki-laki yang
memberikan aku sesuatu yang lebih baik dari lagu itu.
Memangnya apa yang telah diberikannya?
Sederet bacaan Quran pada rakaat pertama salat Subuh, yang
bikin aku meneteskan air mata sangking merdu suaranya, sempurna tajwid dan
makharijul hurufnya.
Momen itu, tidak pernah aku lupakan. Foto laki-laki itu tertempel tepat di sebelah fotoku pada
dua buah buku nikah.
Laki-laki baik dengan ilmu agama yang baik lebih dari cukup
buatku untuk membawaku berhijrah ke arah yang lebih baik.
Intinya adalah, apapun tipe kekasih idaman kamu, akan kalah
dengan seseorang yang baik agama dan akhlaknya.
With Love,
Liya
*lirik nyomot di sini
#KampusFiksi
#10DaysKF
#Satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar