~Langit Menampung Doa-doa~
Resolusi.
Sebuah kata yang mendadak populer di pagi pertama
bulan Januari.
Kemudian kata itu menjadi sangat jarang diucapkan pada akhir
Januari.
Lalu pada akhirnya, kata itu akan terucap kembali di tahun berikutnya,
tapi dengan intonasi suara yang sudah tidak terlalu bersemangat.
Alasannya,
mencoba realistis.
Aku termasuk orang yang rajin bikin resolusi.
Ada beberapa
poin di sepanjang tahun di mana aku selalu bikin resolusi atau sekadar
pengingat resolusi itu sendiri.
Tahun baru masehi, tahun baru hijriyah,
Ramadhan, Syawal. Banyak, kan?
Lalu bagaimana nasib si resolusi itu? Kebanyakan dari
mereka harus berakhir di tong sampah alias terbengkalai dan tidak terurus
sehingga hanya akan menuh-menuhin pikiran.
Namun, ada juga yang terealisasi,
walaupun aku lupa apa itu yang terealisasi.
Setelah dipikir-pikir, bahkan sebenarnya tidak sampai lima
biji, lho. Tiga aja cukup kali ya. Itu tadi alasannya, mencoba untuk realistis.
Kemudian aku teringat kata mutiara dari Arai, tokoh dalam
novel Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata, yang melecut untuk senantiasa
bermimpi. Jangan takut untuk bermimpi.
So, ini dia lima keinginanku :
Aku ingin sehat
Oke, walaupun aku terlalu segan untuk menceritakan riwayat
kesehatanku yang tidak sehat, pokoknya bagi yang membaca, harap diaminkan aja
ya. Aamiin.
Pingin nambah hafalan Quran juga
Nah, ini nih, resolusiku yang udah dari kapan tau. Dengan banyaknya
kesibukan (sok sibuk) dan remeh temeh lainnya. Keinginanku ini kurang
terkondisi. Mungkin ada yang bisa kasih tips and trick supaya berhasil. Sejauh ini
sedang menempuh Juz 29 tujuh suroh lagi. Semangaat!
Pingin selesai kuliah
Siapa yang sama, cuuung! Bete juga ditanya kapan wisudanya. Lagi
proses, Mbak. Prosesnya itu panjang dan tidak sederhana, lho.
Pingin ambil kelas Bahasa Inggris untuk IELTS sekaligus
belajar Siroh Nabawi
Ceritanya, tertarik banget untuk bisa kuliah S-2 di luar
negeri. Jadi ya mesti mempersiapkan diri untuk itu, kan? Ditambah lagi seru
kayaknya kalo bisa ikut belajar Siroh Nabi. Pengetahuanku cetek banget, kalah
sama anakku yang sulung.
Punya satu buku
Terakhir nih. Tahun lalu aku punya ikrar untuk ‘melahirkan’
buku di tahun 2017. Entahlah, ini bakalan terjadi atau enggak. Mengingat dan
menimbang, kemampuan menulis juga mesti dikembangkan lagi dan proses yang
menyertainya tidak serta merta sederhana. Walaupun mungkin bukan di tahun 2017,
semoga di tahun yang lain. Aamiin.
Semoga yang mengaminkan juga mendapat kebaikan dari
harapan-harapannya. Aamiin.
-Liya-
#KampusFiksi
#10DaysKF
#Tiga
Wah, seru nih impian nomer empat. Semoga terwujud ya mbak buat kuliah keluar negeri. Besok biar saya ikut nyusul :D Salam kenal ya, aku juga ikutan challenge ini.
BalasHapusWaa...aamiin. Salam kenal kembali. :)
BalasHapusWaa...aamiin. Salam kenal kembali. :)
BalasHapus