Jumat, 20 Januari 2017

Tiga : Sebuah Kata Ajaib, 'Resolusi'



~Langit Menampung Doa-doa~

Resolusi. 
Sebuah kata yang mendadak populer di pagi pertama bulan Januari. 
Kemudian kata itu menjadi sangat jarang diucapkan pada akhir Januari.
Lalu pada akhirnya, kata itu akan terucap kembali di tahun berikutnya, tapi dengan intonasi suara yang sudah tidak terlalu bersemangat. 
Alasannya, mencoba realistis.

Aku termasuk orang yang rajin bikin resolusi. 
Ada beberapa poin di sepanjang tahun di mana aku selalu bikin resolusi atau sekadar pengingat resolusi itu sendiri. 
Tahun baru masehi, tahun baru hijriyah, Ramadhan, Syawal. Banyak, kan?
Lalu bagaimana nasib si resolusi itu? Kebanyakan dari mereka harus berakhir di tong sampah alias terbengkalai dan tidak terurus sehingga hanya akan menuh-menuhin pikiran. 
Namun, ada juga yang terealisasi, walaupun aku lupa apa itu yang terealisasi.

Setelah dipikir-pikir, bahkan sebenarnya tidak sampai lima biji, lho. Tiga aja cukup kali ya. Itu tadi alasannya, mencoba untuk realistis.
Kemudian aku teringat kata mutiara dari Arai, tokoh dalam novel Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata, yang melecut untuk senantiasa bermimpi. Jangan takut untuk bermimpi.

So, ini dia lima keinginanku :

Aku ingin sehat
Oke, walaupun aku terlalu segan untuk menceritakan riwayat kesehatanku yang tidak sehat, pokoknya bagi yang membaca, harap diaminkan aja ya. Aamiin.

Pingin nambah hafalan Quran juga
Nah, ini nih, resolusiku yang udah dari kapan tau. Dengan banyaknya kesibukan (sok sibuk) dan remeh temeh lainnya. Keinginanku ini kurang terkondisi. Mungkin ada yang bisa kasih tips and trick supaya berhasil. Sejauh ini sedang menempuh Juz 29 tujuh suroh lagi. Semangaat!

Pingin selesai kuliah
Siapa yang sama, cuuung! Bete juga ditanya kapan wisudanya. Lagi proses, Mbak. Prosesnya itu panjang dan tidak sederhana, lho.

Pingin ambil kelas Bahasa Inggris untuk IELTS sekaligus belajar Siroh Nabawi
Ceritanya, tertarik banget untuk bisa kuliah S-2 di luar negeri. Jadi ya mesti mempersiapkan diri untuk itu, kan? Ditambah lagi seru kayaknya kalo bisa ikut belajar Siroh Nabi. Pengetahuanku cetek banget, kalah sama anakku yang sulung. 

Punya satu buku
Terakhir nih. Tahun lalu aku punya ikrar untuk ‘melahirkan’ buku di tahun 2017. Entahlah, ini bakalan terjadi atau enggak. Mengingat dan menimbang, kemampuan menulis juga mesti dikembangkan lagi dan proses yang menyertainya tidak serta merta sederhana. Walaupun mungkin bukan di tahun 2017, semoga di tahun yang lain. Aamiin.

Semoga yang mengaminkan juga mendapat kebaikan dari harapan-harapannya. Aamiin.
-Liya-

#KampusFiksi
#10DaysKF
#Tiga

3 komentar:

  1. Wah, seru nih impian nomer empat. Semoga terwujud ya mbak buat kuliah keluar negeri. Besok biar saya ikut nyusul :D Salam kenal ya, aku juga ikutan challenge ini.

    BalasHapus
  2. Waa...aamiin. Salam kenal kembali. :)

    BalasHapus
  3. Waa...aamiin. Salam kenal kembali. :)

    BalasHapus